Senin, 16 Desember 2013

Renungan untuk kita


UNTUK OPERASI,BOCAH 2 TAHUN INI MENGUMPULKAN BOTOL PLASTIK SENDIRI

Fuzhou, China, Xiaoxiao (2), memang masih kecil, namun semangatnya untuk bisa sembuh sangat tinggi. Bocah perempuan ini mengumpulkan botol plastik bekas setiap hari untuk membantu mengumpulkan dana 100.000 yuan atau sektiar Rp 197 juta, yang akan digunakan untuk operasi jantungnya sendiri.Dilansir Asia One, Kamis (12/12/2013), Xiaoxiao selalu terlihat berkeliling mengumpulkan botol plastik dan tampak gembira. Ia melakukan kebiasaan ini setelah melihat sang kakek melakukan hal yang sama. Dalam tiga bulan terakhir, dari aktivitas mencari dan menjual botol plastik keliling Xiaoxiao telah berhasil mengumpulkan 50 yuan atau sekitar Rp 98 ribu.Bocah periang ini diketahui didiagnosis dengan penyakit jantung bawaan ketika berumur 4 bulan. Menurut laporan, dokter memberitahu keluarganya bahwa Xiaoxiao memiliki kesempatan terbaik untuk pulih secara total jika melakukan operasi sebelum usianya mencapai 3 tahun. Namun orang tuanya yang hanya memiliki toko bordir kecil, merasa sangat kesulitan mengumpulkan dana untuk operasinya. Orang tua Xiaoxiao juga mengaku telah terlilit utang yang digunakan untuk kebutuhan pengobatan anak mereka selama ini. Kini orang tua Xiaoxiao telah meninggalkan rumah untuk sementara, guna mencari uang lebih banyak untuk Xiaoxiao.
Ayah Xiaoxiao diketahui memiliki pekerjaan tambahan dengan memperbaiki lampu jalan di siang hari, sementara sang ibu bekerja di sebuah toko peralatan kamar mandi. Mereka kemudian menitipkan Xiaoxiao dan toko bordir tersebut dalam perawatan kakek dan neneknya. Xiaoxiao dilaporkan sangat merindukan orang tuanya dan sering memanggil sang ibu dalam mimpi-mimpinya.
Usia Xiaoxiao yang telah mencapai 2 tahun saat ini membuat orang tuanya menjadi semakin cemas. Namun beruntungnya setelah kisah keluarga kecil ini ramai dibicarakan di berbagai media di China, banyak orang yang bersedia membantu mengumpulkan dana untuk menyelamatkan nyawa gadis kecil itu.
Dalam waktu tiga hari, lebih dari 70.000 yuan atau sekitar Rp 138 juta terkumpul. Ayah Xiaoxiao mengatakan bahwa ia dan keluarga sepakat tidak menerima sumbangan lebih lanjut dan dana yang telah terkumpul akan digunakan hanya untuk perawatan medis Xiaoxiao. Jika memang ada dana lain yang tersisa, maka akan digunakan untuk membantu orang lain yang juga membutuhkan.
Menurut laporan terbaru dari China News, Xiaoxiao kini berada di Fujian Medical University Union Hospital dan telah melakukan operasi.




PERJUANGAN BOCAH 3 TAHUN YANG MERAWAT AYAHNYA YANG LUMPUH

Besar nian cobaan bagi pria ini, setelah dirinya lumpuh karena kecelakaan tak lama berselang sang istripun pergi begitu saja meninggalkannya entah kemana. Namun dia masih memiliki mutiara tak ternilai yaitu karunia dari sang Maha Pengasih seorang anak balita usia 3 tahun yang dengan telaten mendampingi dan merawatnya, sungguh sebuah kisah tak ternilai dari seorang anak seusianya.
Kisah Balita 3 tahun merawat ayahnya yang lumpuh
Bersiap-siap mengambil air untuk mandi sang ayah
Kisah Balita 3 tahun merawat ayahnya yang lumpuh
Membawa air untuk membersihakn badan sang ayah
Kisah Balita 3 tahun merawat ayahnya yang lumpuh
Mengambil handuk untuk keringkan tubuh sang ayah setelah mandi
Seorang balita perempuan yang baru berusia tiga tahun menjadi tumpuan hidup sang ayah setelah ia mengalami kecelakaan dan tak bisa lagi berjalan. Seperti dilansir China News, Senin (20/12/2010), balita bernama Dong Xinyi merawat sang ayah, Dong Jian (26) dan juga membersihkan kotorannya.
Kisah Balita 3 tahun merawat ayahnya yang lumpuh
Persiapkan kompor listrik untuk masak makanan
Kisah Balita 3 tahun merawat ayahnya yang lumpuh
Memasak makanan buat sang ayah
Xinyi lahir di sebuah keluarga petani di Kota Huanghia di Provinsi Shandong, China, tahun 2007. Beberapa bulan kemudian, sang ibu meninggalkan rumah dan membawa Xinyi setelah Dong Jian mengalami lumpuh akibat kecelakaan. Namun, awal tahun ini, sang ibu mengirimkan Xinyi kembali ke sang ayah. Tidak diketahui mengapa ia melakukan hal itu. Hanya saja, sejak saat itu ia kemudian merawat sang ayah.
“Ia segalanya bagi saya. Setelah kecelakaan, istri meninggalkan saya. Ayah dan ibu tiri saya bahkan tidak peduli. Saya bahkan pernah berpikir untuk bunuh diri,” katanya. “Namun, kini Xinyi adalah di sini dan saya sangat kagum pada dirinya,” katanya. Tidak jelas, bagaimana sang ayah dan anak perempuannya memperoleh uang untuk biaya hidup. Tuhan Maha Pemurah dan Penyayang , senantiasa mengasihi hambaNya yang sabar dan tabah.
Semoga kita dapat mengambil dari pelajaran yang diatas . sayangilah orang tua mu sebelum ia meninggalkan mu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar