Jumat, 01 November 2013

kisah nyata perjuangan bapak

    Pukul 02:00 wib,seorang pria mendekati paruh baya bangun dari tempat tidurnya ia bergegas ke kamar mandi mengambil wudhu untuk sholat tahajjud,hal ini dilakukan hampir setiap malam jika ia mendengar. lalu tidur dan bangun lagi sebelum adzan subuh.berangkat ke sawah pagi sebelum matahari menampakkan cahayanya dari ufuk timur,kalau ada kerjaan di kantor ia pulang lebih cepat tapi apabila tidak kadang ia menggarap sawah sampai matahari sudah tinggi dan membakar punggung.ia tidak pernah mengeluh dalam kondisi ini dan malah bersyukur masih diberikan nikmat kesehatan agar dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya,penglihatannya yang sudah tidak jelas karena penyakit katarak yang di deritanya tidak megurangi semangat kerjanya.ia hanya mengatakan;''aku bahagia jika anak-anak ku dapat bersekolah setinggi-tingginya tanpa meminjam kepada orang''

 
 alhamdulillah semua yang usahakan dan doanya,akhirnya dapat tewujud walaupun belum sepenuhnya.anak pertama seorang laki-laki sementara kerja sambil melanjutkan S1 keperawatan di Universitas Muhammadiah Surabaya setelah 3 tahun tamat dari D3 keperawatan,anak kedua juga laki-laki telah selesai tahun ini dan mendapatkan gelar sarjana Farmasi di Universitas Muslim Makassar,yang ketiga wanita semester 5 sementara kuliah di Universitas hasanuddin makassar jurusan Kimia dan anak yang terakhir seorang wanita semester 3 jurusan Tehnik Sipil di Univeritas Muhammadiah Makassar.apabila ada salah satu anaknya membutuhkan biaya untuk kuliah ia selalu mengusahakan dan tidak pernah mengeluh kepada anak-anaknya.karena prinsifnya''TIDAK AKAN  RUGI  SELAMA SEKOLAH SETINGGI-TINGGINYA''.
Bapak itu bernama Yunus,dia adalah orang tua saya,yang sangat saya cintai.dan saya sendiri anak pertama.dia memesan kepada saya untuk menjadi panutan adik-adik ku.sungguh mulia perjuangan nya untuk kami anak-anaknya.semoga Allah memberikan suatu kebaikan dunia akherat kepada kedua orang tua ku,aamiin
                                       LOve U FATHER & MOTHER FOREVER


Tidak ada komentar:

Posting Komentar